5 Cara Agar Persalinan Normal Jadi Lebih Mudah

Teruntuk ibu hamil, persalinan normal jelas menjadi sesuatu yang dicita-citakan meski tidak mudah. Yang menjadi pertanyaan, adakah kiat agar persalinan normal lebih mudah dilakukan oleh ibu hamil?

Dibanding metode persalinan lain, melahirkan secara normal memang menawarkan risiko berbeda. Tapi dengan persiapan yang tepat, persalinan normal bukan sesuatu yang harus dikhawatirkan. Berikut beberapa cara yang sudah terbukti mempermudah persalinan secara normal:

1. Tetap Aktif

Menjelang proses melahirkan, fisik dituntut untuk tetap prima sebab semua bagian tubuh akan dipaksa meregang saat proses melahirkan. Tetap aktif bisa menjadi persiapan yang paling diperlukan tubuh agar siap saat meregang. 

Otot akan menjadi lebih terbiasa sehingga proses persalinan bisa berjalan lebih singkat. Satu cara yang bisa dilakukan ibu hamil yaitu dengan memperbanyak jalan kaki dimulai lima minggu sebelum tanggal HPL, alih-alih berdiam diri.

2. Kelola Energi

Ibu hamil jelas membutuhkan energi dalam jumlah besar sehingga akan sangat penting untuk mengelola energi dan stamina menjelang waktu lahiran. Minum banyak air putih dan menambah camilan bisa memberi perbedaan besar pada saat proses melahirkan.

Camilan dengan kalori tinggi dan buah yang memiliki banyak serat jelas sangat diperlukan ibu hamil. Kalori akan memproduksi tenaga yang diperlukan, sementara serat bisa berperan sebagai pelumas otot saat meregang.

3. Cari Dukungan

Langkah apapun yang diambil ibu hamil sebagai persiapan melahirkan normal tak akan pernah maksimal tanpa adanya dukungan yang solid. Ibu hamil jelas membutuhkan dukungan, dan dukungan maksimal berupa sosok terdekat atau fasilitas terbaik bisa memberi pengalaman lebih baik dalam proses persalinan.

Fasilitas penunjang kelahiran terbaik seperti Klinik Kehamilan Sehat tentu lebih bisa diandalkan. Fasilitas setara rumah sakit, kelas kehamilan, dan jaminan dokter berpengalaman akan membuat persalinan jauh lebih mudah. Informasi lengkapnya bisa cek di sini.

Suasana akan menjadi jauh lebih positif sehingga ibu hamil lebih terbantu secara psikis. Semisal sedang bersama pasangan, mintalah untuk tetap berada sedekat mungkin. Hanya dengan genggaman tangan, itu sudah cukup meredakan kepanikan pada waktu menjelang persalinan.

4. Bernafas Dengan Tepat

Ada banyak kasus dimana ibu hamil kehabisan nafas saat proses persalinan berlangsung. Ini tentu berbahaya, baik untuk ibu dan bayi. Bernafas dengan pelan dan lebih dalam akan membuat otot rileks, sekaligus mencegah ketegangan dan membuat area serviks lebih fleksibel.

Teknik pernafasan ini harus diterapkan saat kontraksi. Begitu suasana menjadi lebih rileks, kemungkinan otot tegang bisa dihindari sehingga proses lahiran akan berjalan lebih cepat.

5. Persiapkan Bayi

Melahirkan normal tak hanya menuntut ibu hamil untuk bersiap diri, tapi juga bayi yang ada dalam kandungan. Sedari usia 34 minggu, usahakan bayi sudah berada di posisi yang tepat untuk dilahirkan. Untuk melakukannya, mulailah senam lantai secara rutin sekitar 15-30 menit tiap hari.

Tambahkan aktivitas renang setidaknya sekali dalam seminggu. Langkah ini akan membantu bayi memposisikan dirinya dengan tepat sehingga tidak muncul kesulitan berarti saat bersalin.