Mengenal Ragam Jenis Karya Sastra Cerpen

www.osdateforum.com – Setiap orang tentu pernah membaca atau bahkan menulis penggalan kisah fiktif dalam bentuk uraian singkat. Berbeda dengan jenis karya sastra lain yang memiliki panjang lebih dari 10.000 kata (novel). Untuk cerpen rata-rata jumlah katanya hanya berada pada kisaran 10.000 saja. Meski demikian keduanya sama-sama berisi cerita fiktif atau karangan belaka yang biasanya berisi cerita kehidupan seseorang atau perjalanan hidupnya. Agar tidak keliru dalam menuliskan cerpen ada baiknya Anda memahami kelima jenisnya yang tersaji lewat penjelasan sub bab berikut ini.

3 Macam Cerpen Dilihat dari Jumlah Kata

Dalam penyusunan cerpen, ada beberapa hal dasar yang harus diperhatikan terutama berkaitan dengan jenis cerita pendek yang akan ditulis. Beriktu ini ada tiga macam jenis cerpen dilihat dari jumlah katanya.

  1. Cerpen Mini

Jenis yang pertama ini sering dijumpai ketika Anda bersekolah. Biasanya guru akan meminta Anda menuliskan cerita pengalaman pribadi ketika berlibur. Relatif pendek, cerpen mini ini hanya memiliki jumlah kata sebanyak 750 hingga 1000 kata saja.

  1. Cerpen Ideal

Masuk dalam kategori ideal, cerpen ini memiliki jumlah kata berkisar antara 3.000 hingga 4.000 kata. Umumnya cerita ini akan Anda temui saat mengikuti suatu perlombaan menulis.

  1. Cerpen Panjang

Terakhri ada cerita pendek yang memiliki jumlah kata maksimal sebanyak 10.000 kata. Lazimnya seseorang akan menyebutnya sebagai cerbung (cerita bersambung). Dahulu Anda bisa menemukan jenis tersebut di majalah atau koran mingguan.

2 Jenis Cerpen Berdasarkan Teknik Mengarangnya

Jenis cerpen yang lainnya ditentukan berdasarkan teknik mengarangnya. Tak terpaku pasti pada jumlah kata, hal lain yang menjadi bahan pertimbangan adalah alur cerita, tema, penokohan, dan hal teknis lainnya. Selengkapnya silakan simak penjelasan berikut ini.

  1. Cerpen Sempurna

Jenis yang pertama memiliki fokus pada konsep konvensional dan bersifat realistis. Mengapa demikian? Hal ini disebabkan si pengarang akan lebih memfokuskan cerita pada satu tema dan alur saja. Ia lebih fokus pada penggambaran cerita secara utuh, sehingga ending dari cerita tersebut bisa mudah dipahami pembaca.

  1. Cerpen Tak Utuh

Berseberangan dengan jenis sebelumnya, pada jenis ini penulis akan lebih memperbanyak alur dan plot dalam cerita. Sehingga bisa saja susunannya akan berpencar dan tidak merata. Hal ini menyebabkan ending dari cerita yang disajikan sulit untuk ditebak, bahkan bisa saja mengambang. Gaya penulisan ini lebih condong ke kontemporer yang disajikan dengan gagasan/ ide orisinil.

Itu dia penjelasan rinci mengenai ragam jenis karya sastra cerpen. Pastikan untuk memilih jenis cerpen mana yang akan Anda tulis agar memudahkan Anda dalam penyusunan kerangkanya. Selamat mencoba.